Obrolan malam - Introduksi

Masih seperti ini, ketika 3 'abnormal' berkumpul, seperti biasa ketika aku libur kerja aku biasanya mengajak mereka berkumpul untuk sekedar berbagi kisah hidup, mereka adalah dian dan anggi  sahabatku dari SD.


Sebenarnya ada satu lagi anggota geng kami namanya widhy tetapi akhir-akhir ini dia sudah sibuk dengan dunianya dan sudah jarang sekali kumpul bersama kami , di grup bbm juga dia sudah jarang ngechat atau sekedar memberi komentar, entah kehabisan kuota internet atau apa namun yang jelas sejak widhy bekerja di tempat terkutuk itu dia jadi jarang berinteraksi dengan kami sepertinya dia sudah menemukan dunia barunya, atau mungkin saja dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya yang biasanya pulang sampai larut malam sehingga tak
sempat untuk gabung bersama kami ,padahal waktu yang tepat untuk kumpul  kita berempat biasanya waktu malam, Persahabatan kita memang akhir-akhir ini sudah tidak 'kotak' lagi kita sudah bukan fantastic fail lagi karna widhy yang jarang bersama kami.

Malam itu pukul 21:00 itu artinya kami bertiga bersiap memasuki dunia malam para abnormal yang di penuhi obrolan garing tentang dunia kami ,Untungnya kami saling mengerti  dan dapat menerima keanehan satu sama lain.

Kami berkumpul  dalam suatu ruangan rahasia yaitu di kantor anggi. Kebetulan anggi baru saja menyelesaikan pekerjaannya, jadi kita boleh main kesitu lagipula anggi lagi sendirian karena karyawan yang lain sudah pada pulang, anggi memang anak yang rajin, diantara karyawan yang lainnya dia yang selalu pulang paling telat, bahkan sampai menginap di kantornya,  jadi kita bisa bebas disana, bebas dalam artian kita bisa leluasa menceritakan kehidupan kita masing-masing tanpa canggung ataupun malu karena hanya kita yang tau.

Setelah kita bertiga masuk ke salah satu ruangan kantor itu dan masing-masing duduk di sofa kantor lalu anggi mematikan lampu ruangan itu dan menyalakan lirih playlist mp3 dari komputer kerjanya itu  tandanya Mode  private room telah di aktifkan .

Dengan penerangan cahaya redup yang masuk samar dari teras kantor Mulailah kami membuka topik pembicaraan, seperti biasa topiknya tak jauh tentang kesendirian kami , kesendirian dalam artian tidak punya pasangan, meskipun kami selalu bersama untuk menghilangkan kesepian satu sama lain tapi masih saja terasa ada yang kurang ,Sudah lebih dari 10 tahun kita bersama dan masih tetap seperti ini, Mungkin saja orang lain menganggap kita  adalah pasangan sesama jenis karna terlalu seringnya kita bersama dan tidak pernah terlihat bersama pasangan. Namun  biar saja  orang mau berfikiran apa toh kenyataannya kita bertiga masih normal ,dan Mungkin saja itu yang menyebabkan widhy mulai menjauh dari kami.

Kami bertiga mempunyai latar kepribadian yang berbeda
Pertama anggi dia adalah seorang dengan imajinasi yang tinggi dan mungkin saja mengarah ke skizofernia karna dia terlalu sering bermain game. sebenarnya dia punya banyak chanel untuk mendekati lawan jenis  karena di tempat kerjanya yang mayoritas adalah  perempuan dan dia adalah seorang yang nempunyai kepribadian ektrovert yang seharusnya dengan mudah untuk mendekati lawan jenis tapi entah kenapa dia tak kunjung juga mendapat pasangan. Mungkin  saja karena selama ini dia terlalu sibuk dengan dunia khayalannya sehingga kurang memikirkan dunia nyata, karna hasrat di dunia nyata sudah terpuaskan oleh imajinasinya.

yang kedua dian , dia orang yang  sedikit normal diantara kita bertiga namun masih bisa menerima keanehan kami.  Dia masih sendiri karena belum punya target katanya. Mungkin aja terlalu selektif, Yah sudahlah aku tidak mau mendetail membahasnya.

yang ketiga aku , aku adalah sisi lain dari anggi tapi masih bisa di kategorikan freak. Aku terlalu takut untuk menjalin hubungan baik pertemanan maupun yang lebih dalam lagi , karna aku seorang introvert, ah entahlah aku introvert atau apalah mungkin saja hanya keterbelakangan psikologis, karna yang kutau para introvet itu rata-rata adalah orang-orang yang punya pemikiran mendalam dan jenius tidak sepertiku , mungkin label introvert untukku hanya alibiku saja untuk menutupi keminderanku.

Aku adalah orang yang sulit sekali membuka diri,  Sekali kau tidak di beri kepercayaan olehku maka selamanya kau tidak bisa mengenal sosok asliku. Itulah sebabnya aku memilih mereka menjadi sahabat pada level tertinggiku karena  mereka yang bisa menerima keterbelakanganku sehingga akupun bisa terbuka dengan mereka.

Kami disitu saling memberi saran satu sama lain tentang hubungan  pendekatan kami dengan para srikandi-srikandi kami , kami selalu menertawakan kekurangan masing masing ,  aku dan dian menertawakan anggi tentang pendekatanya dengan sosok imajinasinya yang tak pernah kami lihat, aku dan anggi menertawakan dian yang terlalu selektif dalam memilih perempuan dan mereka menertawakanku karna aku tak pernah berani mendekati wanita, selalu saja seperti itu tidak ada perkembangan karna mungkin kita tidak berpengalaman soal wanita , andai saja ada widhy tentu dia bisa cerita banyak soal wanita karena dalam grup kami hanya dia yang mempunyai pacar namun sayangnya ketika kita sangat membutuhkannya, dia menghilang.

Sejenak dalam ruangan itu kita tertegun  suasana  tiba-tiba menjadi sangat hening karna waktu itu hampir tengah malam kita bertiga telah kehabisan bahan obrolan karena bosan terus-terusan berekpetasi tentang ratu adil yang tak jua datang.

Alunan lagu-lagu melow yang mengalun sedari tadi yang menjadi soundtrack obrolan kita bertiga perlahan serasa mengeras karna terdiamnya kami lalu tiba-tiba anggi nyeletuk

 "eh sebenarnya gue bosen ama kalian , gini gini aja kehidupan kita"

Kami terdiam sejenak akupun mengamini perkataan anggi karna aku juga merasakan hal yang sama , terus terusan seperti ini tanpa ada kemajuan haruskah kita break? 

"Ceilah kaya orang pacaran segala pake break gitu setan membisikiku".

Flashback ke masa lalu Aku ingat jelas perkataan anggi dahulu 

"Aku pengin kita semua utuh seperti ini, mengisi dalam suka dan duka, senang dan sedih melukis raut muka ceria kita di kanvas hati masing-masing, menyusun rasi bintang kita di langit,dan mengukir nama di pohon kenangan yang akan selalu berdiri dan tumbuh beratusan tahun berikutnya di hati kita masing-masing"

sebuah harapan yang besar di masa lalu ketika persahabatan ini di mulai, pengharapan akan persahabatan yang kekal abadi , pengharapan tentang persahabatan yang menyenangkan , pengharapan agar  kita selalu bersama dalam suka dan duka namun harapan hanyalah harapan.

Mungkin inilah sebuah titik jenuh dari jalinan persahabatan , kenapa bisa seperti ini? Yang kutau persahabatan itu abadi tapi entahlah mungkin saja karna sudah terlalu lama kita bersama  dan perlu adanya perombakan , merevolusi mental masing-masing, keluar dari dunia abnormal dunia yang sempit dan mencoba bergaul dengan manusia pada umumnya agar kita bisa berkembang .


Dilema melandaku apakah aku harus  bertahan meneruskan persahabatan ini atau tidak namun hati kecil kuat membisikiku untuk tetap bertahan bersama mereka tak perlu adanya perpecahan meskipun itu adalah sebuah kepastian di masa depan, aku dan anggi pernah membayangkan jika saja dian telah lulus dari kuliahnya dan bekerja di luar kota   maka bubarlah sudah grup ini.

Untuk itulah aku mencoba tetap bertahan dengan mereka menikmati waktu yang tersisa bersama yang mungkin saja akan kita rindukan dimasa depan, aku kemudian menyadari tak harus ada perpecahan diantara kami, karna itu bukan solusi baik karena sebenarnya yang harus kami lakukan adalah membuka diri dengan orang lain, menambah relasi persahabatan baru tanpa melupakan mereka , kami berharap akan ada seorang yang bisa merubah kami, mereka yang tahu betapa anehnya kami, mereka yang tau betapa noraknya kami. Namun masih bisa mencintai dan menerima kami. Merekalah yang harus segera kita temukan. 

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer